Penyebab Mencret dan Cara Mengatasinya

Seperti yang kita tahu dan pernah rasakan moms, mengalami diare sangatlah tidak menyenangkan. Selain harus bolak-balik ke toilet, tubuh pun terasa dingin dan lemas karena tinja yang encer yang sering keluar dan akhirnya membuat tubuh kita kehilangan banyak cairan.

Nah, si kecil pun akan merasakan hal yang sama ketika diare. Moms harus waspada ketika anak mengalami mencret atau diare. Perhatikan intensitas si kecil pergi ke toilet yang bertambah dan sering, atau jika dialami oleh bayi, popoknya akan mudah basah.

Menangis Tanpa Air mata Saat Bayi Terkena Diare

Perhatikan juga pada bagian wajah anak kita atau bat moms. Apakah pucat, badan dingin, terlihat lemas, bibir kering, mata cekung.

Cek suhu tubuh si kecil, waspada kalau demam, perut kembung dan sakit, mual, muntah, dan menangis tapi air matanya sedikit atau bahkan tidak keluar. Hal-hal tersebut merupakan gejala diare pada anak moms.

Apa Sajakah Penyebab Mencret Pada Anak?

Penyebab mencret pada anak ini tentu beragam ya moms, dari mulai infeksi virus atau bakteri E-coli yang mencermari makanan yang dikonsumsi hingga infeksi virus lain, seperti rotavirus, adenovirus, norovirus, dan astrovirus.

Tak hanya itu saja, diare pun bisa disebabkan oleh alergi, intoleransi, atau mempunyai sensitivitas yang tinggi pada makanan tertentu. Seperti misalnya keju, susu sapi, bumbu kacang, dan lain sebagainya.

Namun, tak menutup kemungkinan juga jika penyebab mencret adalah efek samping dari konsumsi obat, seperti antibiotik, antasida, atau obat antidepresan lho moms.

Diare pun bisa disebabkan oleh penyakit radang usus atau penyakit celiac, dan bisa jadi karena si kecil terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, hingga perut tidak dapat mengolah gula secara baik.

Faktor yang Memicu Anak Terkena Diare

Berikut ini adalah faktor-faktor yang bisa melatarbelakangi si kecil mengalami mencret moms. Dari mulai sumber air di rumah yang tidak bersih, tidak mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.

Kemudian, jarang membersihkan tangan sesudah ke toilet. Dapur di rumah tidak higienis, tidak sengaja mengonsumsi makanan basi yang masih tersimpan di kulkas. Kemudian bisa juga karena sebagai orang tua, kita lalai mempersiapkan dan menempatkan makanan dengan bersih.

Bakteri E Coli Penyebab Mencret pada Anak

Selain faktor-faktor itu moms. Jika si kecil sering minum minuman bersoda serta mengunyah permen karet. Kedua hal tersebut bisa memicu timbulnya risiko diare kronis. Sebab, keduanya mengandung gula yang sulit diserap oleh tubuh.

Infeksi diare bisa berlangsung saat mereka minum atau konsumsi makanan tercemar, dan konsumsi makanan mentah.

Bagaimana Cara Mengatasi Diare pada Anak?

Setelah mengetahui penyebab mencretnya, langkah selanjutnya yang harus moms lakukan adalah, jangan panik. Karena panik bisa merusak segalanya moms. Tenang semua masalah selalu ada solusinya.

Lagi pula moms, biasanya, diare bisa sembuh sendiri dalam kurun waktu 1-2 hari. Namun, tentu saja, sebagai orang tua, kita tak boleh menyepelekannya ya moms. Sebab, pada kasus yang parah dan tanpa penanganan, diare pun bisa menyebabkan hilangnya nyawa atau kematian.

Nah, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa moms coba lakukan di rumah jika anak terkena diare ringan :

  1. Perbanyak Asupan Cairan

    Selama mengalami diare, dan feses menjadi encer, tentunya anak akan kehilangan lebih banyak cairan dari dalam tubuhnya. Nah, untuk anak yang masih minum Air Susu Ibu atau ASI, moms bisa memberikan ASI untuk mengganti cairan tubuh anak.

  2. Berikan Oralit

    Sementara jika anak moms sudah dalam masa tak hanya minum ASI saja, moms bisa memberikan oralit. Oralit merupakan cairan khusus yang mengandung air dan elektrolit. Fungsinya untuk mencegah dehidrasi saat anak mencret moms.

  3. Berikan Makanan Berkuah atau Jus Segar

    Selain pemberian oralit, moms pun bisa memberikan makanan berkuah yang hangat seperti sup ayam, soto, dan lainnya. Berikan juga jus buah segar yang dibuat sendiri di rumah.

  4. Beri Obat Zinc

    Nah bila dirasa anak belum kunjung membaik, cobalah memberikan obat zinc selama 10 hari berturut-turut. Obat ini akan mengurangi tingkat keparahan diare pada anak, dan mencegah diare datang kembali dalam waktu dekat.

  5. Beri Antibiotic Selektif

    Moms pun bisa memberikan antibiotik selektif untuk frekuensi buang air besar karena diare.

Kapan Harus ke Dokter atau Rumah Sakit?

Jika keadaan atau intensitas diare tak kunjung berkurang setelah moms melakukan cara mengobati sendiri di rumah, kemudian buang air besarnya malah disertai darah, anak demam tinggi, muntah secara terus menerus, mulai dehidrasi dan tidak mau makan ataupun minum sehingga anak menjadi sangat kurus. Maka, moms harus segera menemui dokter atau pergi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Cara Mencegah Diare

Karena melihat anak sakit itu membuat kita resah ya moms, maka, lebih baik mencegah daripada mengobati ya moms. Mencegah diare ini bisa dilakukan dengan melakukan kebalikan dari faktor-faktor aktivitas penyebab mencret yang dibahas sebelumnya.

cuci tangan pakai sabun agar terhindar dari penyebab mencret

Ya, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan rumah moms. Mulai dari memeriksa sumber air. Pastikan air yang menjadi sumber minum bersih ya moms.

Lalu, perhatikan kebersihan rumah, terutama dapur dan perlatan memasak.

Lanjutkan dengan selalu mengingatkan anak untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun setelah beraktivitas, termasuk baru menggunakan toilet. Lalu, cek bahan makanan yang ada di kulkas maupun tempat lainnya, pastikan tidak ada yang kadaluwarsa.

Jangan lupa untuk memberikan anak vaksin rotavirus juga ya moms!