medsos

6 Langkah Penting Proses Produksi Video untuk Campaign Digital

Siapa yang suka mengabadikan momen liburan tak hanya melalui foto-foto yang estetik saja, namun juga lewat video? Kalau saya sih suka, tapi tidak full, biasanya untuk tempat atau suasana yang dianggap menarik saya rekam melalui video. Kemudian nantinya disatukan dengan potongan video lain.

Terkadang saya juga suka iseng mengunggah hasilnya ke channel YouTube saya walaupun subsribers-nya masih sedikit. Ya, siapa tahu, kan dari video tersebut bisa menebarkan kebaikan di tengah lesunya tempat wisata karena pandemi. Seperti membuat orang yang tak sengaja menontonnya jadi ingin mengunjungi tempat tersebut, akhirnya jadi video digital campaign gratis.

Video yang saya buat sederhana saja, berbeda jika kamu memang bersungguh-sungguh dalam membuat video untuk digital marketing campaign, atau mungkin saat ini sedang bekerja di digital marketing agency Jakarta . Kamu tentu harus tahu hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum proses produksi video promosi dimulai.

Nah, di bawah ini, ada 6 langkah penting proses produksi video untuk campaign digital yang harus kamu ketahui! 

Melakukan Penelitian Sebelum Membuat Video Campaign

Video untuk digital marketing campaign tentunya memiliki sebuah tuntutan. Ya, ada pesan yang harus disampaikan agar klien bisa meraih tujuan mereka seperti membangun brand awareness, meningkatkan konversi, dan lain sebagainya.

Sebelum memulai langkah penting lainnya, hal pertama yang harus kamu kerjakan adalah melakukan penelitian terlebih dahulu tentang campaign yang akan dibuat. Supaya apa? Agar tujuan yang diinginkan tercapai dan tepat sasaran. Penelitian bisa dimulai dengan menentukan target penonton melalui teknik demografi atau psikografi.

Selanjutnya, tentukan seperti apa konsep video yang akan dibuat bersama tim digital marketing. Apakah menggunakan konsep full animasi dari awal sampai akhir video, atau dengan membuat video promosi yang unik, seperti stop motion, video wawancara, cerita pendek (story telling), dan lain sebagainya.

Menulis Naskah

Nah, langkah awal yang harus kamu susun ialah naskah. Naskah adalah wujud konsep dalam bentuk catatan yang lebih sempurna. Misalnya, di dalam naskah tertuang konsep cerita pendek (story telling) dengan nuansa alam, maka harus dijelaskan tentang latar belakang nuansa alam dari video yang dibuat.

Seperti apa yang sedang dilakukan tokoh, teks yang harus diucapkan saat prolog, dan beberapa keterangan lain, seperti ekspresi wajah dan lokasi syuting (indoor atau outdoor).

Menulis naskah menjadi salah satu tahap praproduksi dalam pembuatan video campaign yang sangat penting. Dengan kehadiran naskah, proses produksi video akan berjalan dengan lancar.

Naskah merupakan pedoman bagi sutradara dan seluruh kru yang terlibat dalam pembuatan video. Apa yang harus dilakukan pemain juga sudah tertulis di dalam naskah. Tanpa naskah, bisa jadi waktu syuting yang dibutuhkan juga melebihi tenggat waktu yang direncanakan.

Menyusun Storyboard

Seperti namanya, storyboard berarti papan cerita. Isinya gambar, seperti komik yang diciptakan untuk memvisualisasikan sebuah naskah.

Tak kalah penting dengan naskah, storyboard juga termasuk dalam tahap praproduksi video untuk campaign digital yang umumnya tidak pernah dilewatkan oleh tim digital marketing agency Indonesia terpercaya. Setiap pemain, juru kamera, dan editor video wajib mematuhi storyboard ini untuk mendapatkan hasil visualisasi  yang diinginkan.

Itulah manfaat adanya papan cerita dalam proses produksi video. Storyboard juga bisa digunakan untuk memudahkan penyampaian pesan agar tervisualisasi dengan baik.

langkah penting proses produksi video untuk campaign digital

Melakukan Syuting atau Pengambilan Gambar Bergerak

Syuting adalah saat di mana konsep, naskah, dan storyboard menjadi sesuatu yang terwujud secara nyata. Sutradara akan memastikan bahwa setiap adegan sudah sesuai dengan apa yang disepakati bersama.

Jika konsep yang digunakan adalah cerita pendek (story telling), pemain akan memainkan peran seperti yang tertulis di dalam naskah dan storyboard. Penata kamera dan penata cahaya harus memastikan gambar yang ditangkap jelas dan cukup cahaya. Penata audio juga memastikan suara yang diterima terdengar jernih.

Di balik layar, ada kru lain yang bertugas sebagai penata rias, penata busana, penulis naskah, dan pembuat storyboard. Semua harus berkumpul menyaksikan proses syuting dan memastikan tanggung jawab masing-masing sudah dilakukan dengan baik.

Editing

Dalam tahapan ini, editor bertugas membuat video menjadi lebih sempurna. Ia harus tahu video yang diedit ini konsepnya seperti apa, lalu akan menggunakan tema dan latar belakang  apa.

Setelah tahu konsep dan temanya, editor akan melakukan proses color grading di mana setiap gambar harus disesuaikan agar menjadi satu gambar yang selaras dengan konsep dan tema.

Jika konsepnya adalah cerita pendek (story telling) bernuansa alam, maka editor wajib menyelaraskan semua warna pada tiap adegan yang diambil agar sesuai dengan konsep dan tema bernuansa alam. Proses ini akan membuat video yang dihasilkan lebih sempurna.

Distribusi/Publikasi

Tahapan paling akhir dalam sebuah proses produksi video adalah distribusi atau publikasi. Tim khusus akan menyebarkan video campaign digital ini ke semua situs yang bisa menerima video digital.

Kombinasi video yang ciamik dan caption atau narasi yang menarik saat melakukan promosi di media sosial akan mendatangkan banyak audiens untuk menyaksikan video campaign yang dibuat.

Proses distribusi ini termasuk tahapan penting dalam produksi video karena dengan suksesnya distribusi dan publikasi, artinya jerih payah pembuatan konsep, naskah, dan lain sebagainya akan terganti dengan hasil video yang memuaskan  dan memberikan nilai positif bagi orang yang melihatnya.

Demikian 6 langkah penting proses produksi video untuk campaign digital yang bisa menjadi inspirasimu ketika hendak memulai proyek campaign digital.

Dari proses awal seperti penelitian, menentukan konsep, sampai proses publikasi, tentu harus dipahami setiap tahapannya. Satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan karena masing-masing memiliki keterikatan.

Semoga artikel ini bisa memandu kamu menyiapkan video campaign berkualitas, sehingga menarik banyak orang untuk melakukan campaign tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *